Friday, June 28, 2013

Ternyata atheis ngaku muslim

Setelah berdiskusi berhari-hari dengan seorang yang MENGAKU muallaf padahal atheis. Mungkin dia pernah ke masjid, mungkin pernah mengucap syahadat, mungkin pernah membaca Al Qur'an, tapi hatinya atheis.

Ceritanya 7 tahun lalu saat dia masih beragama Kristen, dia pernah hidup bersama dengan seorang wanita Palestina. Katanya mereka sangat mencintai, sangat menyayangi tapi wanita ini mesti balik ke kampung halaman disuruh orang tuanya menikah dengan pria muslim. Pernikahan hanya bertahan 2 tahun, wanita Palestina yang katanya educated dan free spirit setelah bercerai pindah ke Jordania.

Setelah itu dia belajar tentang Islam, katanya sih, tapi menurutku gak ada yang nyantol. Coba deh, dia menceritakan tentang dirinya begini "I want to marry a good muslim woman". Kenyataannya, waktu aku bilang pengen ke Mesir karena di sana ada bukit Thursina, piramida dan banyak sekali masjid kuno, komentarnya "wake up, don't live in fantasy". Katanya lagi "why you think about that shit, I can give you good living and love".

Muslim itu melakukan rukun Islam dan percaya rukun Iman. Yang ngaku muslim tapi tidak melakukan rukun Islam berarti Islam KTP. Yang juga ngaku muslim tapi gak percaya rukun Iman berarti Islam KTP juga.

Sebetulnya pembicaraannya masih panjang, cuman males nulis di sini semua kayak misalnya dia bilang "I don't believe in heaven or hell, because science can't prove it".

Terakhir dia bilang mau ngundang aku ke Kanada, aku bilang enggak ah, ma kasih. Ya sudah katanya, pertemanan sampai di sini saja. Aku juga sebetulnya gak gitu tertarik sama dia, cuman pengen jelasin soal Islam aja. Biarpun dia gedhein fotoku yang aku kirim, di frame, dipasang di kantornya yang bergerak di bidang art & design... ah ngapain berurusan dengan orang ngaku beragama Islam tapi katanya Tuhan hanya fantasi aja...

 

1 comment:

mawi wijna said...

Mungkin dia terlanjur skeptis dengan "musibah" yang menimpa dirinya. Dia mempelajari Islam, bahkan masuk Islam, untuk mencari tahu "alasan" di balik "musibah" yang menimpanya. Mungkin dia sendiri memang skeptis, jauh sebelum dia memeluk Islam, saat ia masih memeluk Kristen.