Thursday, August 8, 2013

Karma

Karma bukanlah ajaran Islam itu adalah ajaran Hindu. Tapi banyak muslim bilang, ah aku takut karma ah, kalo berbuat jahat nanti ngebalik ke aku. Tapi di Islam seharusnya karena takut pada Allah. Seperti kisah Nabi Yusuf as saat digoda Siti Zulaikha...

Allah berfirman
 وَرٰوَدَتْهُ الَّتِى هُوَ فِى بَيْتِهَا عَن نَّفْسِهِۦ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوٰبَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ اللّٰـهِ ۖ إِنَّهُۥ رَبِّىٓ أَحْسَنَ مَثْوَاىَ ۖ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ الظّٰلِمُونَ وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِۦ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَآ أَن رَّءَا بُرْهٰنَ رَبِّهِۦ ۚ كَذٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوٓءَ وَالْفَحْشَآءَ ۚ إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ
Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: "Marilah ke sini". Yusuf berkata: "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik". Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung. Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih. (QS. Yusuf : 23-24)

Walau begitu yang takut pada karma, itu karena sudah jadi kebiasaan bicara orang-orang Indonesia, yang penting ngerti maksudnya apa. Karena memang perbuatan jahat akan mendapat ganjaran yang setimpal, dan perbuatan baik akan mendapat ganti yang baik.

Di Islam itu, sebetulnya bukan disarankan ribut-ribut untuk pembenaran pemahaman dari suatu aliran. Misalnya ada kelompok yang beranggapan bahwa awal puasa hari tertentu, kelompok lain bisa berbeda harinya. Atau sibuk memberantas maksiat dengan alasan "Amar ma'ruf nahi munkar". Karena terlalu sibuk melawan kemunkaran dengan tangan besi, malah akhirnya keenakan mendapatkan upeti dari yang ketakutan terancam mata pencaharian untuk melakukan maksiat.

Sekelompok orang yang berlebihan mengagungkan kelompoknya bisa beranggapan, boleh loh morotin pelaku kejahatan supaya kelompok yang berjuang "Amar ma'ruf nahi munkar" bisa tetap berjalan, kan butuh uang juga.

Islam itu mengajarkan untuk berlomba-lomba berbuat kebaikan, tapi dengan dalih ayat ini dan itu, hadits ini dan itu mereka melakukan pembenaran perbuatan kejahatan terselubung atas nama agama, terutama Islam.

Seorang Ahok, yang berpikiran ke depan, sebelum diangkat jadi wakil gubernur pernah menyatakan "jangan menggunakan atas nama agama untuk pembenaranmenentang perbaikan suatu pemerintahan" (kira-kira begitu, aku lupa kalimat tepatnya. Ada yang mau bantu?). Dulu banyak situs Islam menyatakan untuk menentang, karena beranggapan bahwa ajaran Islam yang terbaik, Indonesia harusnya berada di bawah aturan ajaran Islam karena mayoritas penduduknya muslim. Sekarang terbukti, banyak penjahat menggunakan kedok Islam, mereka yang mencari nafkah dengan berlindung di balik nama Islam, padahal dengan pemahaman yang keliru.

Islam itu agama damai, mengajarkan cinta, perdamaian, mempererat silaturahmi dan ukhuwah, dan banyak berbuat baik pada orang lain. Bukan sibuk menyalahkan, mencurigai non muslim yang baik untuk memperbaiki negara ini.

Ambil ajarannya tentang kebaikan dalam Islam. Dan aku benar-benar malu sebagai muslim melihat ada sekelompok orang yang berlindung di balik tameng Islam akan membuat Ahok hidupnya tidak tenang dengan menduduki kantornya. Itu bukan Islam, itu hanya tentara bayaran yang tidak paham Islam, seorang muslim yang baik tidak akan tega menyakiti hati apalagi fisik orang lain, bahkan non muslim sekalipun.

Dan Islam sesungguhnya mengajarkan untuk berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan...

Allah berfirman
وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَاسْتَبِقُوا۟ الْخَيْرٰتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا۟ يَأْتِ بِكُمُ اللّٰـهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللّٰـهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al Baqarah : 148)

4 comments:

Arya Devi said...

kalau menurut pribadi, karma itu adalah hukum alam, dimana dialam ini mesti ada penyeimbang, pasangan, dan sikronisasi.

Ada malam ada siang.
Seperti permisalan...jika kita menanam pohon dan sabar merawat, nanti akan merasakan keteduhannya.

Jika hanya rajin menebang, membabat hutan, nanti bencana yang akan datang.

Jadi terlepas ini ajaran agama atau tidak, karma adalah penyesuaian yang didapati manusia dari melihat gejala alam disekitarnya....
Di dunia ini ada saling balas membalas, sebagai penyeimbang, agar bisa merasakan apa itu rasa, rasa nikmat, sakit, bersyukur (jika ingat) dan sebagai rasa lainnya.
Termasuk rasa untuk mencari kebenaran, mencari-cari tuhan, mencari yang hakiki.
***
Di dalam ajaran Islam, semua orang menanggung sendiri akibat baik dan jelek dari perbuatannya. Di dalam Al Qur`an Allah ta'ala berfirman:

وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى (39) وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَى (40) ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ الْأَوْفَى

"Bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihat (kepadanya), kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna." [QS An Najm: 39-41].

Tinggal meluruskan paham bagi yang islam dalam menyikapi masalah karma.

andikrasida.com said...

Saya berkomentar disini, imbal baliknya saya juga di kunjungi!, kalaupun tidak dikunjungi itu baru takdir namanya! Moga sehat selalu sobat!

BlogS Of Hariyanto said...

Gema Takbir Menyapa Semesta,
Membesarkan dan Mengagungkan Yang Maha Esa nan Maha Suci,
Bersihkan Hati Kembali Fitri di Hari Kemenangan,
Terkadang Mata Salah Melihat dan Mulut Salah Berucap,
Hati kadang salah menduga serta Sikap Khilaf dalam Berprilaku,
Bila Ada Salah Kata, Khilaf Perbuatan dan Sikap,
Bila Ada Salah Baca dan Salah Komentar,
Mohon Dimaafkan Lahir dan Batin,
Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1434 H

Wieka Wintari said...

ini kunjungan perdana saya,
semoga bisa menjalin silaturahmi,
selamat idul fitri 1434 H,
salam hangat dari Banjarbaru - Kalimantan Selatan :-)