Monday, August 12, 2013

Tentang syiah

Soalnya ramai pemberitaan Suriah yang mengabarkan Syiah membantai Sunni, aku mencoba mencari lebih tahu lagi tentang Syiah.

Pernah kenalan sama orang Syiah, komentarnya sih "apa gunanya meneladani Umar, Abu Bakar dan Usman?". Awalnya dia bercerita begitu banyak keajaiban dalam hidupnya setelah mengabdikan diri untuk menjadi orang tua asuh. Ah, aku seorang sunni juga banyak melihat keajaiban. Bahkan non muslim banyak mengaku mendapat keajaiban juga...

Tetanggaku sempet panik, karena mengundang Usman Shihab untuk jadi pembicara pengajian, terus berhembus kabar kalau Usman Shihab itu orang Syiah. Akhirnya aku juga ikut mendengarkan ceramah Usman Shihab, sama sekali tidak ada ajakan kawin mut'ah, kejadian Karbala, atau pembantaian Husein. Yang diajarkan Usman Shihab sangat sunni. Bahkan pendapat beliau soal polygami, orang beriman akan berpikir panjang sebelum polygami. Tanggungan satu istri sudah sangat berat, apalagi, lebih dari satu istri. Ini hanya berlaku bagi manusia yang berusaha beriman dan bertakwa.

Tapi situs yang tulisannya mengajak perang dengan senjata beralasan jihad, dan beranggapan yang tidak sesuai dengan alirannya dianggap  sesat, ada yang menulis bahwa Usman Shihab seorang Syiah.

Menurut pendapatku pribadi sih, Syiah kurang cocok buatnaku. Ada semacam dendam di sini, karena kisah Karbala, pembantaian Husein. Melaknat sahabat-sahabat Rasulullah SAW walau sebetulnya akhlak mereka mulia.

Pendapat dari ahli agama di keluarga Shihab yang beranggapan tidak boleh sembarangan menuduh sesat aliran lain dalam Islam, apalagi mengkafirkan. Pemikiran seperti itu memang sulit diterima oleh yang dengan mudah beranggapan yang tidak sesuai dengan ajaran alirannya dianggap sesat. Perbedaan sebaiknya ditoleransi, kekerasan seharusnya dinegoisasi secara damai.

Perang di Mesir, Irak, Suriah, dan negara Arab lain sepertinya memang sudah disusupi pihak lain. Kisah tanda-tanda akhir jaman seperti munculnya dajjal yaitu fitnah terbesar bagi umat Islam, turunnya Ya'juj dan Ma'juj yang haus darah sudah terasa. Walau orang beriman tetap tidak terpengaruh fitnah dajjal.

Apapun yang kita pahami dari Islam atau agama lain, sebaiknya kita berusaha untuk mengingatkan secara baik, bukan dengan berperang. Dan biarkan orang memilih cara beribadah masing-masing, toh di akhirat semua mempertanggungjawabkan perbuatannya sendiri-sendiri...

1 comment:

Ratnawati Utami said...

Coba nulis dengan galaxy tab bisa kacau gini ya