Friday, October 18, 2013

Dia bilang aku cantik dan pintar

Mengelola perasaan saat mendapat pujian memang kadang sulit. Kadang mikir, ini gombal, ada maunya, atau benar-benar tulus. Tapi perasaan berbunga-bunga itu sulit dihindari. Lalu ingat pesan bijak Al Ghazaly, orang berjiwa besar itu marah kalo dipuji dan berterima kasih kalo dikritik.

Aku dapt message dari seseorang di dating site. Ini dating sitenya untuk muslim dan kalo kirim e-mail pake do'a-do'a segala. Aku baru tau dari seorang member bahwa dating site ini tidak support poligami, kalo ada yang nulis dia itu menikah langsung ditolak registrasinya. Ya iyalah yang belum nikah karena masih single, bercerai, atau janda duda aja banyak. Walau ada aturan dan disitu diberi tips hubungan yang baik secara Islami,toh, ada yang ngaku jujur dia itu masih menikah. Lima laki-laki umur 40an dan 50an terakhir yang kontak aku ngaku beristri,  dengan berbagai macam alasan.

Dapat pesan dari seseorang di Manhattan, New York City, USA. Salah satu kota dengan biaya hidup termahal di dunia. Tapi dia seorang muslim. Aku bilang kalo aku guru TK, punya toko online berjualan herbal skin care. Dia kirim fotonya, aku kirim fotoku dan dia bilang "masha Allah, you are beautiful and smart. That's a gift from Allah for you".

Aku pernah membahas soal beda talented dan gifted, beda religious dan spiritual. Talented itu kalo pintar nyanyi, nari, dan seterusnya bersifat fisik. Sedangkan gifted itu cenderung seperti kepekaan indra ke 6, bisa jadi insting atau intuisi. Sedangkan religious itu berkaitan dengan ibadah saja, sedang spiritual sudah ke arah koneksi dengan Tuhan. Tuhannya orang Islam itu Allah, jadi yang sudah terbentuk spiritualnya, mendekatkan diri pada Allah akan membuatnya damai.

Semua agama mengajarkan tentang kebaikan, tidak ada kecuali. Tapi sebagai seorang muslim, aku sangat meyakini bahwa Islam adalah agama paling sempurna. Sampai ada seorang mualaf bilang ke aku tidak mungkin Tuhan itu mengajarkan kejahatan. Kalo sampe tega mengancam, menjahati, menyakiti hati, itu pasti Tuhannya keliru.

Bahkan terhadap musuh, selama masih bisa dibalas dengan kebaikan, dibalas dengan kebaikan. Kalo sudah psychopath (kayak bapaknya anak-anakku yang di Bogor, sudah mengambil bukan haknya tanpa ijin,masih ngancem lagi mau nyiram pake air keras) lebih baik dihindari aja. Kita juga perlu survive gak perlu mati konyol. Orang yang fanatiknya kebablasen sampe beranggapan non golongannya berhak dibunuh, atau hartanya dicolong, pasti Tuhannya keliru. Kok bisa dari ajaran sama yang lain memahami gak boleh bunuh, tapi orang ini merasa dapat banyak pahala kalo bunuh non golongannya. Beda ceritanya kalo membela diri.

Terserahlah, aku menyerahkan semuanya pada Allah.tapi seneng juga dikatain cantik dan pintar. Kalo memang cantik, Alhamdulillah,  tapi itu hanya sebatas kulit. Kalo pintar Alhamdulillah juga, semoga bisa dimanfaatkan untuk kebaikan orang banyak. Ditawari jalan-jalan ke Manhattan, NYC, USA. Kalo jadi ya syukur, kalo enggak ya gak papa.. yang penting selalu beriman dimanapun berada di bumi Allah ini...

1 comment:

Ratnawati Utami said...

Kalo jadi ke NYC, pengen liat Islamic Center di dekat Ground Zero.

Tapi mau liat dulu yang nawarin ke sana orangnya tulus dan ikhlas atau enggak