Monday, November 25, 2013

Menjadi orang baik

Untuk berusaha menjadi orang baik secara umum itu tidak mudah, apalagi muslim yang baik. Tiap kali aku mencoba ngobrol dengan seseorang, pasti mereka memberi tanggapan, aku ini orang baik-baik, suka membantu dan tidak berbuat kejahatan.

Tapi untuk orang yang belajar Islam, membaca Qur'an dan tafsir, menghafalkan hadits, standarnya memang jadi meningkat. Misalnya tidak boleh marah, tidak boleh mengadu domba, hanya bicara yang baik-baik saja, tidak punya dendam, bahkan mendo'akan kebaikan bagi yang menyakiti hatinya.

Kalo teriak-teriak mengatakan, aku ini orang baik dan bakal masuk surga, sementara bicaranya kasar, sombong suka mengumpat, mengintimidasi, dendam berkepanjangan, egois, maunya ngajak berantem dengan kekerasan, memutus silaturahmi, memaksakan kehendak, bohong, memfitnah, menuduh, mengambil hak orang lain, dan masih banyak lagi. Wah... ini sih orang kepedhean yang merasa bakal masuk surga, kalo ngobrol sama yang paham Islam pasti yang paham Islam geleng-geleng sambil mengucap "Naudzubillah mindzalik". Kami berlindung kepada Allah (semoga dijauhkan dari hal-hal seperti ini).

Memang menjadi baik itu perspektif dan standar tiap orang berbeda-beda. Tapi setahuku tidak ada hak seorang muslim mengkafirkan yang lain dan menyatakan tempatnya di neraka. Kita hanya tahu dari ciri-ciri, siapa sih penghuni surga dan neraka, ada di Qur'an dan hadits. Karena disebutkan bahwa taubat diterima Allah hingga nafas sampai tenggorokan.

Muslim yang baik itu pasti pengennya hidup di dunia bahagia, mati tenang, terhindar dari siksa kubur dan masuk surga, dekat dengan Allah SWT. Mudah saja, asal saat meninggal dalam keadaan muslim dan mengucap syahadat. Syaratnya seperti itu, tapi ujian kesabaran, kemampuan tidak marah, memaafkan, mengembalikan yang bukan haknya, dan banyak lagi intinya menjalankan aturan sesuai Al Quran dan hadits. Itu semua mesti dijalani seumur hidupnya.

Semua yang kita miliki itu tidak akan dibawa ke akhirat. Jadi berlomba-lomba berbuat kebaikan. Banyak membantu orang lain, banyak sedekah, hindari menjadi kikir, menghindari sedapat mungkin barang yang bukan hak milik kita karena akan membuat hidup kita tidak barokah.

Bagi muslim beriman, musibah adalah ujian, sedangkan yang tidak mau belajar Qur'an dan hadits dan menjalankan bila terkena musibah menurutku itu adalah azab Allah. Misalnya orang merokok berlebihan kena kanker paru-paru, itu salahnya sendiri. Atau orang yang menjalani pesugihan untuk mendapat kekayaan, biasanya matinya dipermainkan dulu oleh jin lalu menjadi budak jin. Juga termasuk yang mempunyai kemampuan linuwih cari jalan pintas dengan memasukkan jin pada tubuhnya.

Ini yang aku pahami setelah belajar Islam selama 3 tahun ini, barangkali akan ada perubahan pemahaman, makanya aku tulis di blogku...
'

2 comments:

BlogS Of Hariyanto said...

kebaikan yang kita lakukan terkadang disalah artikan oleh orang lain,
namun yang penting kita tetap berusaha selalu menjadi orang baik....salam :-)

Bisot Palawarukka said...

semoga istiqamah, amin