Monday, December 30, 2013

Alpha waves

Di tahun ini aku belum ada resolusi 2014, pengennya risoles daging asap dan keju. Belum ada ide. Barangkali mungkin proyek artikel tertentu di 2013 yang menghabiskan waktu batal terlaksana.

Tapi tidak ada yang percuma di dunia ini, walaupun ada proyek gagal, toh masih bisa belajar dari sana. Bersyukur Allah menambah pengetahuan.

Mengenang kembali saat-saat perkenalan dengan gelombang alpha tahun 2009 lalu dari buku Quantum Ikhlas. Tiduran rileks, membayangkan harapan kita, bersyukur secara mendalam, berserah diri pada Allah, dan saat bangkit perasaan kita sudah lebih enak, soalnya self hipnoterapi melatih untuk lebih lebih bersyukur dan berserah diri pada Allah.

Di tahun 2013 ini memang yang aku ingat kebanyakan chatting melulu, sampe lupa sama siapa saja. Ada orang Jakarta yang ditinggal istrinya, kalo ngobrol gak jauh dari cerita istrinya yang sholehah. Orang Jakarta lagi, yang awalnya mau curhat, belakangan ajak TTM. Orang Kalimantan yang mengaku mantan suami istrinya meneror, belakangan nawarin jadi istri kedua. Orang Jakarta yang se,pet nelpon heboh, akhirnya ribut masalah poligami "kalo istri tidak bolehin suami poligami berarti tidak mendukung suami masuk surga".

Yang mengajak kenalan, kirim e-mail ke aku, laki-laki seumurku awalnya ajak diskusi agama belakangan ngajakin kalo bukan TTM, nikah siri dan poligami. Tentunya tidak mewakili semua laki-laki Indonesia. Kirim e-mail cuman sekali juga ada, iseng aja, gak diterusin.

Yang orang luar juga banyak. Ngobrol sebentar ngilang. Yang berlanjut, paling satu dua saja. Kadang kehabisan topik atau mulai ngelantur bahas yang mesum mending diblokir saja.

Kayaknya tahun 2014 akan lebih banyak kejutan lagi. Soalnya setiap aku mikir, ini akan jadi momen paling heboh dalam hidupku, eh, ternyata ada yang lebih heboh lagi.

Paling membahagiakan adalah umrah di April 2013. Dua minggu yang tak terlupakan. Dan sudah membayangkan lagi akan umrah ditambah tur di luar Saudi Arabia, mungkin Dubai, tapi kata temenku Abu Dhabi lebih menyenangkan.

Akan sibuk lagi, mencoba memanfaatkan alpha waves untuk berkunjung ke rumah Allah lagi. Soalnya dulu di 2009, kalo membayangkan hqrapan adalah bersimpuh di depan Ka'bah, mengenang sejarah Islam saat Nabi Ibrahim as membangun Ka'bah dibantu oleh putranya Nabi Ismail as.

Untuk bisa bersyukur pada Allah secara mendalam lalu berserah diri memang perlu diasah terus. Kadang ada kejadian yang membuat dunia seakan runtuh, terkubur, dan mesti naik lagi dari reruntuhan.

Minta pada Allah agar punya iman yang lebih kuat, tetap bisa selalu bersyukur dan berserah diri pada Allah. Di tahun 2014. Syukur-syukur berangkat umrah ditambah tur, InnSha Allah...

2 comments:

Didi Wirawan said...

Hehe menarik nih ceritanya,
selamat tahun baru ya

Ratnawati Utami said...

Gak tau nangkep apa enggak. Cuman aku memanfaatkan gelombang alpha untuk relaksasi. Mendenganrkan gemericik air sambil relax. Lalu membayangkan harapan terwujud jadi nyata. Bersyukur, lalu diserahkan pada Allah semuanya. Melatih diri untuk berprasangka baik pada Allah selalu...