Friday, December 6, 2013

Cari calon istri di dating site

Aku jadi member di dating site tanpa mengupload foto, dengan deskripsi "ask me". Kadang masuk ruang chat ajak ngobrol member, bahkan suka ngobrol sama yang lebih muda, nanya, cari pasangan perempuan gimana pengalamannya.

Kadang aku beranggapan bahwa laki-laki itu mencari standar istri terlalu tinggi. Maunya ngeliat dari foto langsung greng, luar biasa cantik (belum tentu dia ganteng dan gajinya besar). Padahal perasaan baru tumbuh setelah sering ngobrol.

Gak perlu cerita soal laki-laki yang iseng ya, baru kirim pesan langsung kalimatnya "let's have fun", padahal dia itu muslim, bukan bule. Bisa orang India, Pakistan, Srilangka, Arab, Afrika, atau yang tinggal di daerah barat. Yang ekspresinya sepertinya putus asa dan minta tolong... (tolong apa coba)... tolong liat anuku, aku lagi pengen banget tapi gak punya partner... juga ada.

Tapi ada yang benar-benar serius cari istri dan katanya kebanyakan mengecewakan. Ada dating site untuk muslim yang berpusat di Inggris, kebanyakan orang Pakistan, tapi ada juga India dan Bangladesh. Ada yang sudah jadi warga negara Inggris ada yang masih sekolah dan ingin kerja di sana syukur-syukur bisa pindah jadi warga negara sana.

Yang belum jadi warga Inggris memang kayaknya kurang "laku" nilai jualnya kurang dibanding keturunan Pakistan yang lahir di Inggris dan jadi warga negara sana. Ada keturunan Pakistan masih kuliah cerita ke aku, tiap kali kenalan ditanya "kamu sudah warga negara Inggris belum?", kalo jawabannya belum sudah tau kelanjutannya, si ceweknya langsung ngilang gitu aja.

Ada yang cerita sama aku panjang lebar. Profilnya bener meyakinkan, cuman aku dan dia gak ada chemistry, walaupun 2 tahun lebih tua dariku dia mencari yang 10 tahun lebih muda, kepala 3 gitu. Keturunan Malaysia, pendidikan tinggi, sering jalan-jalan keliling dunia, sudah warga negara Inggris, dan berusaha istiqomah.

Katanya gadis-gadis yang jauh lebih muda umur 20an atau 30an tidak begitu saja tertarik padanya yang katanya ketuaan (40an akhir). Padahal dia merasa wajahnya dan fisiknya jauh lebih muda dari umurnya. Pernah mencoba mengenal seseorang, terus dia gak online selama 2-3 hari sampai seminggu karena sibuk banget, ternyata Whats App, Skype, Facebook udah diblock. Kayaknya cewek-cewek gak mau ditinggal lebih dari 2 hari langsung illfeel dan merasa dia tidak serius, padahal serius.

Ada lagi message dari wanita-wanita di Pakistan, yang menurutnya hanya numpang tiket ke Inggris, tidak benar-benar mau menikah karena cocok. Belum lagi wanita di Pakistan itu memanfaatkan dirinya untuk mengajak anggota keluarga bisa ke Inggris juga.

Kasus di Amerika juga, yang warga negara Amerika nilai jualnya tinggi biarpun keturunan Asia. Aku membaca thread di Kaskus yang menceritakan betapa banyaknya imigran gelap di Amerika, bahkan juga dari Indonesia. Makanya kedubes Amerika di Indonesia ketat banget menyeleksi orang Indonesia yang mau ke Amerika.

Memang di dating site ada ribuan anggota, tapi yang niatnya tulus itu sedikit. Aku kadang iseng kirim message dating site luar seringnya gak dibalas. Ada yang membalas member di Amerika bilang gak ingin LDR, berat di perasaan dan di ongkos. Siapa bilang kalo sudah cinta angka, jarak hanyalah angka. Benar-benar hanya sedikit yang ingin pernikahan sakinah, mawaddah, warahmah. Profil dengan kalimat indah-indah hanya teori. Seandainya memang niatnya baik, kehalang kurang sabar dalam mencari, dan setelah ketemu mesti luar biasa sabar untuk berkomunikasi.

Ada beberapa cerita horor pertemuan di dating site. Ada bule udah nyampe Jakarta nyamperin teman chat pake jilbab berubah pikiran, tadinya siap masuk Islam tapi gak jadi. Cerita horor lain, sudah dateng ketemu teman chat, ngobrol dengan keluarga, tiap hari telpon-telponan kasih perhatian ekstra, ternyata hatinya bercabang dengan perempuan di Filipina, ini laki-lakinya bule juga. Atau ada juga sayang-sayangan, sudah 4 kali pertemuan nginap di hotel bahkan jalan keluar negeri tapi gak nikah-nikah juga. Yang kasus ini aku kenal, perempuannya pake jilbab dan laki-lakinya muslim tapi tidak sholat dan aku rasa sebetulnya juga gak ingin menikah, komitmen buatnya gak penting. Tapi wanita berjilbab pasangannya masiiiiih saja berharap laki-laki ini berubah.

Rasanya dunia semakin tua, banyak yang sakit jiwa dan mental walaupun sepintas normal. Baru kemarin aku diajak kenalan orang Indonesia yang ngajak webcaman wajahnya ditutup ninja tapi anunya diliatin.Saking keselnya aku ngomong emang apa kelebihan anumu, yang heboh-heboh ekstra panjang dari orang Arab aja aku gak mau liat.

Jadinya banyak-banyak berdoa, karena dunia semakin tua. Orang beriman yang sungguh-sungguh berusaha istiqomah hanya sedikit. Orang nampak normal, nampak sholeh gak taunya pelampiasannya benar-benar gak wajar.

Tapi bagaimanapun juga yang nemu pasangan cocok di dating site juga ada, walaupun butuh keberuntungan besar dan hanya sedikit. Semua hanya sarana, berusaha memperbaiki kualitas diri dan bergaul yang wajar di dunia nyata walaupun berusaha mencari di dunia maya juga...

1 comment:

KaMio Taf said...

Mba' Ratna... udah dpt jodohnya blom.. hehe.. klo blom biar sy aj jdi jodohnya 😇