Friday, December 20, 2013

Membalas kejahatan dengan kebaikan

Sudah menonton film "99 cahaya Islam di Eropa"? Di sana digambarkan seharusnya muslim yang baik membalas kejahatan dengan kebaikan. Dimaki-maki tetangga apartemen dibalas dengan dikirimi makanan. Tapi dalam kasusku aku gak mungkin membalas orang yang sudah menerorku ingin memotong leherku dan menyiram mukaku dengan air keras dengan kebaikan. Ya mungkin minimal dengan mendoakan supaya kembali ke jalan yang benar. Susah sih berurusan dengan manusia yang tidak sholat tapi hanya sholawat dan dzikir lalu bisa masuk ke alam gaib merasa ketemu dengan wali-wali Allah. Kalo sudah mengaku ma'rifat pasti tidak ada sedikitpun kalimatnya yang menyakiti hati orang, yang ada hanyalah do'a untuk kebaikan. Dan sikapnya hanya membantu orang lain secara tulus ikhlas, tanpa maksud lain kecuali karena Allah. Semoga Allah menunjukkan jalan yang benar bagi kita semua...

3 comments:

Etika Maria said...

Benar sekali, ma'rifat membawa seseorang akan se-anggun Rasulullah yang setiap kata, tatapan dan sikap nya membuat orang di dekatnya menjadi nyaman dan terhormat :)

salam kenal, salam silaturahmi dari tika...

Topics said...

hah.. wah kok segitu nya yaa orang itu mbak ami..
semoga baik2 saja deh semuanya

Natya Asri said...

Itu benar mba, apabila mata hati seseorang telah melihat Kebesaran serta Kelembutan Allah, ia akan semakin tawadhu dalam bertindak & menjaga kata-katanya karena tahu akan dicatat oleh MalaikatNya..ngga akan berani menyakiti makhlukNya