Saturday, February 15, 2014

Komputerku perlu di rukyah

Sudah sekitar 2 tahun ini aku kenalan dan ngobrol dengan orang asing di internet. Barangkali yang baru mau mencoba, mesti hati-hati, soalnya banyak "fake people" atau orang yang mengaku-aku keren, atau cantik, ganteng, kaya tapi bohong.

Aku hanya tertarik pada orang luar yang beragama Islam saja, pengen tau soalnya bagaimana mereka memahami dan mengamalkan ajaran Islam. Di negara barat banyak yang muslim juga, keturunan Pakistan, India, Bangladesh, atau negara Arab. Tapi juga kenalan dari Saudi, UAE, Irak, Mesir, Jordan, beberapa negara teluk lain, bahkan ada yang ngaku dari Palestina dan Syria.

Kalo pengen yakin orangnya bener gak sama foto yang dikirim, ajak video call. Tapi sebelum video call, di interview dulu, soalnya beberapa kasus, kalo ketemu sama yang piktor (pikiran kotor), begitu video call di sono sedang melorotin celana...

Terus terang, sebagai perempuan, agak susah "sahabatan" dengan yang berjenis kelamin laki-laki yang tinggal di timur tengah. Mungkin internet jadi pelampiasan sikap jahiliyahnya soalnya di dunia nyata berusaha nampak alim.

Beberapa kali dapat tawaran nikah, bahkan baru hari pertama ketemu. Awalnya kaget, cepet banget ajak nikahnya. Belakangan mulai biasa-biasa aja, gak ditanggepin atau di block. Soalnya aku pengen bisa sharing, support, tukar pikiran tentang hidup, bukan ngelayanin cowok piktor.

Dalam sebulan ini dapat tawaran nikah 4...  haduuuuh. Orang keturunan India di Jeddah, orang keturunan Pakistan di Australia, orang Algeria ada 2 malahan... Ada beberapa cowok umurnya hampir separoku (aku 45) kalo kirim message, I miss you, I love you...

Yang di Algeria satu udah aku block, ngomongnya awalnya baik-baik saja belakangan mulai menjurus (jurus bangau maksudnya, hehehe). Yang di Jeddah bilang "soalnya kamu nolak aku, aku akhirnya memutuskan mau nikah dijodohin sama keluargaku di India", aku jawab "turut berbahagia". Yang di Australia dia jelasin soal prosedur visa untuk mindahin aku ke Australia. Satu di Algeria lagi, aku suka ngobrol ma dia soalnya dia insinyur geografi lulusan universitas di Perancis dan atlit yudo. Gak bahas piktor, ngobrolin gunung Kelud meletus dan hobby olahraga. Aku suka softball, berenang, jogging, naik sepeda, dia sukanya yudo dan sepakbola. Sambil bercanda aku bilang, kalo ketemu aku jangan dibanting ya...

Sempat kesel soalnya komputerku disabotase, tiap kali si Algerian man ini online. Masak Facebook tadinya baik-baik saja, tiba-tiba aku nulis message di inbox gak muncul tulisannya aku cek di tablet. Jadinya aku baca di laptop, nulis di tablet. Atau lain kali Algerian man online tiba-tiba error, Facebook gak bisa dibuka. Dan gak cuman sekali, berkali-kali. Oh ya, Algerian man ini jarang online, sering kerja di luar kota. Jadi rasanya gemes banget.

Jalan keluar... aku tiap saat berdo'a pada Allah, baik setelah sholat atau kapan saja kalo ingat, minta pada Allah diberi kesempatan untuk bisa ngobrol dengan Algerian man ini, setelah aku hampir putus asa, nulis hi, hello, salam, bonjour, salut, gak ada jawaban... di bawahnya bahkan tidak delivered padahal aku liat dia online di Facebook. Dan bersyukur tanggal 14 Februari 2014 pas gunung Kelud meletus kita bisa ngobrol panjang dari tengah malam sampai agak siang, 8 pagi. Jam 6.30 pagi dapat sms sekolah diliburkan jadi ngobrolnya bisa lama. Sempat ngeliat dia di cam sebentar, tapi terus camnya ngadat. Internet juga slow, video call gak bisa lancar.

Saking keselnya pernah nulis status "ini Facebook atau komputer yang perlu di rukyah ya, pas lagi pengen ngobrol mendadak error". Sempet pengen ngerukyahin komputer, tapi ternyata di do'ain chatting lancar, batal deh... Alhamdulillah, pokoknya selalu minta kekuatan dari Allah saja. Laa haula wala quwwata illa billah...

3 comments:

Puja Putri said...

Ijin blogwalking ya. :-)
Ada lomba menulis dari MBC nih. Click This!

Vicky Laurentina said...

Mbak, situ terima tawaran nikah banyak banget kayak aku dapet spam iklan dari operator telepon seluler, hahahahah!

Dulu waktu Friendster masih ngetop dan aku jadi penggemarnya, aku punya banyak sekali kawan online di berbagai kota. Salah satunya dari Riau, orangnya menyenangkan sih kalau diajak ngobrol. Dia mengaku dosen di Pekanbaru, lulusan master dari Malaysia. Aku senang ngobrol dengannya coz aku jadi banyak dapet wawasan (tentang Riau yang tidak pernah aku kunjungi, tentang bidang engineering yang tidak pernah aku pelajarin, begitulah).

Waktu itu aku jomblo, dia jomblo juga, dan itu bukan sesuatu yang penting buatku karena aku tidak punya perasaan "istimewa" terhadapnya.

Lalu sekitar 1-2 tahun kemudian, aku membaca update-an bahwa dia baru saja menikah. (Kalau aku nggak baca update-an, mungkin aku nggak akan tahu. Karena dia jelas tidak mengundangku.) Lalu aku kirim pesan kepadanya, selamat atas pernikahannya. Lalu dia membalas, dia menikah dengan gadis di kotanya, karena aku tidak kunjung menerima sinyalnya untuk menikahinya.. :))

Aku ketawa ngakak karena aku tidak pernah merasa dilamar, lebih parah lagi aku tidak pernah merasa ditaksir. Aku merasa bahwa dia naksir aku adalah ide yang sangat konyol, karena bagaimanapun dia tidak pernah lihat wujudku yang sebenarnya. Bagaimana dia mau terpikir untuk menikahiku jika melihatku saja belum pernah?

Dan seiring dengan berjalannya waktu, kami putus kontak. Mungkin karena Friendster sudah ditutup. Mungkin karena aku tidak pernah minta alamat e-mail-nya. Tapi dia memang tidak pernah menghubungiku lagi. Dan aku sendiri tidak pernah berusaha mencarinya.

Wah, harusnya aku jangan komen di sini, cerita ini aku posting di blogku saja.. :))

Ratnawati Utami said...

iya mbak Vicky, ceritanya satu postingan sendiri... wkwkwkwkw