Sunday, June 8, 2014

Kenapa aku cari jodoh di dating site

Besok, Senin 9 Juni 2014, aku mau ke Jakarta cuman sehari aja. berangkat pagi pulang malam. Boleh dibilang sesuatu yang baru untukku. Ke Jakarta sebagai nara sumber sebuah stasion televisi yang topiknya membahas tentang dating site. Dulu sekali aku pernah aku kirim e-mail ingin mengontak seorang pembawa acara di acara yang berbeda tapi studio yang sama. Berkaitan dengan masalahku, aku ingin ketemu anakku, yang dilarang ayahnya untuk kutemui. Barangkali bisa mengupas tentang orang tua berpisah lalu anaknya dipisahkan dari Ibunya. Ada pakar tentang hukum dan psikolog anak yang bisa memberi jalan keluarnya.

Aku pernah menikah dengan seseorang yang aku ketemu di internet. Aku gak mau bercerita panjang lebar disini kisahnya... it was a long story. Yang jelas ada perbedaan faham sehingga dia merasa berhak mengasuh anak-anakku, cewek kembar lahir 2 Maret 2014 dan aku gak boleh nemuin. Sudah mencoba ke LSM, nanya ma temenku yang pengacara, tapi tidak semudah itu aku melaporkan polisi untuk mendapatkan keadilan. Sebetulnya aku punya kasus kuat, tapi mesti bayar sana sini untuk diurus, jadi aku serahkan pada Allah saja. Aku yakin cepat atau lambat kebenaran akan muncul.

Waktu dihubungi melalui telpon saat ditawari aku cerita soal alasan aku gabung dating site. Tentunya nanti di acara TV penjelasannya akan diringkas, tidak akan diungkap semua. Soalnya penjelasanku lumayan panjang. Di sini aku akan mencoba menuliskan, tapi sebetulnya tidak semuanya juga, yang penting-penting saja.

Alasan kenapa aku cari jodoh di dating site pertama karena aku lulusan Ilmu Komputer, FMIPA UGM. Jadi aku punya hobi untuk berada di depan komputer. Dulu sih bikin program, tapi sekarang ngeblog. Ngutak-utik template, nulis artikel di blog. Cari bahan artikel dengan mengetik key word di google, itu bisa aku lakukan seharian. Kayaknya jaman sekarang orang yang melek internet akan cari referensi di google. Aku merasa betah berlama-lama di depan komputer. Walau hobiku juga naik sepeda untuk transportasi kemana-mana di Jogja, dan jogging ke Graha Sabha Pramana tiap pagi.

Lalu aku nyari jodoh lagi lewat internet setelah berpisah. Ya... karena memang salah satu hobiku nulis di blog, jadi sering berada di depan komputer mengakses internet.

Di awal pencarian jodoh lagi pernah sih kena tipu scammer sebesar 500 US$, tapi Allah mengganti dengan cara lain. Ada orang di USA kirim uang dollar, di Reunion Island kirim uang Euro, di Jeddah kasih uang riyal. Itu kejadian sebelum umroh, katanya untuk uang saku. Jadi boleh dibilang sudah balik modal.

Walau sempat kena tipu gak nyerah juga. Mempelajari cara kerja scammer, dan gabung di beberapa dating site gak cuman satu. Sudah patah hati berkali-kali, soalnya banyak ketemu laki-laki menjanjikan sesuatu, terus tanpa merasa bersalah ngilang gitu aja. Nipunya beda-beda sih caranya. Ada yang gak morotin uang tapi ngajak ngobrol porno untuk kepuasan sesaat mereka. Ada juga yang ngecap begini begitu padahal males nikah, itu janji palsu. gabung di dating site cuman membunuh waktu.

Udah dikasih janji palsu tetap aja aku gabung di dating site. Banyak komentar negatif tentang dating site, bahkan dari orang yang pernah gabung di dating site. Tetap aja aku jadi anggota, walau dikatain di dating site situ penipu semua. Aku masih beranggapan, tetap ada laki-laki baik yang menjadi member di dating site.

Kenapa bukan dating site lokal tapi Internasional? Apa terobesesi dengan orang luar gak respek dengan orang Indonesia. Sebetulnya aku juga bergabung dengan dating site lokal, tapi kalo menjadi member tanpa bayar dating site lokal tidak user friendly. Sementara di dating site Internasional tanpa membayar rasanya lebih mudah mengakses tanpa membayar, beberapa dating site Internasional malah untuk wanita gak usah bayar atau ladies free.

Namanya juga usaha ya. Terus kalo ditanya apa bisa nemu laki-laki yang baik di dating site. Aku rasa memang perlu keberuntungan dan keberanian. Ada yang komentar di blogku di salah satu artikelku yang membahas kisah horor di dating site, gak cukup punya keberanian untuk gabung di dating site. Ada juga di suatu forum yang membahas pembahasan dating site komentar, gak akan lagi gabung di dating site karena sekali dua kali mendapat perlakuan buruk. Padahal dating site juga macam-macam loh, ada yang adminnya rajin menulis do'a-do'a dan petunjuk mendapatkan pasangan secara Islami, diingatkan menggunakan baju dan bicara yang sopan, toh membernya aja yang nakal gak mematuhi aturan, bahkan scammer aja berani gabung dan kirim message di situ. Tapi ada juga dating site yang ditujukan untuk muslim, tapi aturannya bersifat umum tidak Islami.

Aku sendiri beberapa kali setelah kirim-kiriman message, tukar e-mail, video call, dijanjiin mau ketemuan batal. Sekarang ini ada janjian ketemuan dengan seseorang setelah lebaran. Masih belum tau setelah ketemu akan berlanjut atau bakal patah hati. Mencoba ngertiin dia, banyak berdo'a dan berserah diri pada Allah.

Selama perjalananku di dating site aku juga sempat menulis bagaimana untuk aplikasi visa tunangan untuk perkawinan campuran warga negara Indonesia dengan Amerika, Australia dan Inggris. Kenapa visa tunangan kenapa bukan visa turis atau visa pasangan (sudah menikah), tentunya ada alasannya  Linknya di sini http://ratnawatiutami.blogspot.com/2014/02/bila-wni-menikah-dengan-wna.html .

3 comments:

Icha said...

mbak siarannya di TV apa jam berapa??? aku pengen nonton donk.. colek aku yaaaa

Cilembu thea said...

sebuah kisah perjalanan cinta yang pastinya ngga ngenakinbanget, apalagi kini telah mempunyai si kembar dan taklah pula diberi ijin untuk menemuinya...aaah

ngga ada salahnya jika kita tetap berusaha untuk menemukan jodoh,via apapun dan apapun caranya.

cuman gimana kalau ditambah pula berdo'a dan pasrahkan hati kepada-NYA..dan mintakan jodoh yang terbaik atas keridhoan-NYA, bukan karena keinginan kita...sori kalo saya teh sotoy...:o)

Anonymous said...

Di masa Nabi, bulan terbelah. Di masa kini, dunia terbelah, dunia nyata dan dunia maya. Di mana daku harus berpijak? di bulan kali ya...