Sunday, July 13, 2014

Kampanye hitam untuk kedua belah capres

Terus terang aku merasa Indonesia gonjang-ganjing di masa kampanye dan penantian keputusan KPU siapa yang bakal diangkat menjadi Presiden. Bahkan di bulan Ramadhan seperti ini tidak surut di Facebook pada getol menunjukkan link-link yang berpotensi membuat Indonesia rusuh.

Akhir-akhir ini aku sering membaca tulisan kurang lebih kalimatnya aku baca "AKAN MENGGALANG MASSA UNTUK MEMPROTES KEPUTUSAN KPU BILA CAPRES YANG DIUSUNG TIDAK MENANG".

Waktu getol menulis soal Islam di awal-awal aku ngeblog, aku sering baca tulisan di Dakwatuna, Konsultasisyariah, dan situs Islam lain. Dan sekarang ini banyak yang nyebut dua situs itu adalah penyebar fitnah. Bahkan muslim sendiri banyak nge link tentang daftar siapa aja situs Islam penyebar fitnah. Yang mencoba lurus menjalankan sunnah dikatakan wahabi. Semudah itukah mengatakan kafir, sesat, hanya karena berbeda pandangan. Walau baca di situs itu tidak semua aku lakukan, hanya berbeda cara pandang saja, misalnya dikatakan menggunakan celana panjang haram karena menyerupai laki-laki, itu bukan hal prinsipil buatku.

Semua berpendapat capres yang diusung difitnah. Duh Jokowi dikatain keturunan Cina, bukan muslim, PKI. Yakin itu yang nulis dari pihak Prabowo? Gimana kalo ternyata dari pengacau di luar pendukung Jokowi dan Prabowo kita kepengaruh tambah benci sama Prabowo dan tambah simpati sama Jokowi. Terus video soal Prabowo bicara agak keras soal wartawan yang mendukung Jokowi ditulis "Prabowo ngamuk". Terus waratawati yang ngrekam bilang "Please deh, Prabowo gak ngamuk kok itu video dipotong jadi ribut".

Soal fitnah... kita tidak akan pernah tau sebetulnya, siapa fitnah siapa, yang jelas banyak yang kreatifitasnya muncul untuk melampiaskan hawa nafsu jelek-jelekin pihak lawan, dari kedua belah pihak, bahkan bisa jadi di luar pengusung kedua belah pihak.

FPI dan PKS itu sudah kenyang difitnah. Sebetulnya FPI dan PKS didirikan dengan niat baik, membela Islam. Perkembangannya ada yang melenceng, jadi preman atau korupsi tapi aku kenal beberapa dari mereka benar-benar orang baik.

Perkembangan terakhir yang aku baca adalah, banyak kecurigaan penggembungan suara untuk Prabowo secara curang, Mega akan dipanggil KPK untuk kasus korupsi BLBI, PDIP bersiap-siap untuk mengerahkan massa kalo Jokowi kalah.

Semua punya alasan masing-masing untuk memilih capres. Aku beranggapan bahwa Prabowo akan berjuang agar Indonesia tidak dikuasai pihak luar. Sementara Jokowi masih disetir oleh  Megawati yang saat menjadi Presiden dulu kebijakannya membuat kita kehilangan beberapa aset bangsa.

Apapun, mau jadi Presiden atau oposisi semoga tidak ada revolusi di Indonesia ini gara-gara tidak mau menerima capres yang diusungnya gagal menjadi Presiden. Semoga NKRI tetap terjaga...

1 comment:

Anonymous said...

Jika 2 capres tidak ada yang siap kalah, yang akan terjadi adalah perpanjangan waktu bagi SBY. Selanjutnya adu pinalti kali ya.