Sunday, July 27, 2014

Memulai hidup baru

Ini cerita yang hanya bisa kuceritakan pada teman dekat yang mau ngerti aja. Proses pemahaman hidup yang aku baru sadari akhir-akhir ini.

Aku benar-benar merasakan memulai hidup baru sejak 2009. Saat itu aku tertatih-tatih nge-blank.. gak paham mesti memulai dari mana. Aku dalam kondisi minus, gak punya banyak baju, gak punya kendaraan, gak punya uang, gak punya pekerjaan, fisik dan mental capek rasanya.

Kok bisa sih, yah... uangku diambil oleh orang yang tadinya kupercayai. Anakku kembar yang kuasuh selama 5 tahun diambil Bapaknya dan aku dipersulit untuk menjumpai, malah akhir-akhir ini aku dikatain calon penghuni neraka melalui status Facebooknya. Alasannya dia adalah khalifah sementara aku hanyalah pelacur... agak gak jelas deh gitu tulisannya, ngaku spiritualis dan yakin masuk surga dan yang gak nurut masuk neraka padahal jelas dia menyandera anakku dan manfaatin uangku untuk renovasi rumahnya.

Dan komentar orang macam-macam, jangan nulis di blog tentang kisahmu... begini begitu macem-macem. Tapi aku tuh beneran gak banyak ingat kejadian sebelum 2009. Hidupku yang aku ingat betul ya sejak 2009 itu.

Aku beranggapan semua kejadian pasti ada hikmah di baliknya... Jadi semenjak tahun 2010 aku menulis di blog, mencoba nulis apa yang kurasakan. Sebelumnya aku itu tuh jarang nulis, catatan sekolah dan kuliah aja gak karu-karuan, aku bawaannya cuman fotokopi aja. Heran, masih bisa lulus sarjana di UGM.

Fisikku memang udah kepala 4, tapi aku tuh ngejar ketertinggalan pemikiran karena rasanya umurku baru 5 tahun... Kayaknya aku gak bodo bodo banget... dengan banyak nulis aku nulis catetan-catetan yang kupikirkan selama ini.

Ada komen di tulisanku yang lama, tulisannya kok jelek-jelekin orang... oooh... itu kan tulisan lama. Aku sekarang berusaha nulis hal yang positif. Walau kadang juga emosi. Berusaha untuk positif walaupun banyak tekanan dari mana-mana.

Apa sih tekanan itu. Yah, komentar orang... kalo diturutin komentar orang gak ada habisnya. Kayak misalnya komentar "Kamu gak doyan orang lokal lagi ya". Apa maksudnya coba... soalnya aku suka ngobrol dengan laki-laki asing dan punya hubungan spesial. Aku itu sudah mencoba kenalan dengan orang Indonesia juga, cuman bawaannya ribut aja. Apa perlu kasih contoh, ada laki-laki ngaku nyari istri katanya dia pisah ma istrinya tapi males urus surat cerai. Atau baru kenalan sudah kasih statemen "wanita yang gak mengijinkan suami poligami bukan wanita penghuni surga". Aku yakin banyak laki-laki sholeh, baik hati, pengertian, bertanggung jawab di Indonesia, cuman aku banyakan ketemu yang PHP atau maunya TTM, gak mau serius.

Aku berdo'a sama Allah gak minta laki-laki asing, aku minta diberi oleh Allah jodoh yang terbaik buat aku. Curiousity untuk pengen ngerti tentang kehidupan Islam di luar negeri membuatku enjoy ngobrol dengan laki-laki muslim di luar negeri. Banyak yang suka ngambeg soalnya, wanita Indonesia direndahkan laki-laki asing sekali dua kali langsung mundur. Sama aja, di Indonesia laki-laki ada yang brengsek dan baik, di luar negeri juga gitu. Cuman bahasa mereka itu beda, penyampaian lain, boleh dibilang tingkat kesulitan lebih tinggi bila ingin punya hubungan khusus dengan orang luar. Belum lagi proses pindah, menyesuaikan makanan, lingkungan baru dan sebagainya, mesti lebih tahan banting.

Sekarang laki-laki Indonesia lagi banyak yang jatuh cinta sama Sabina, atlet voli dari Kazhakstan. Jadi boleh dong kalo perempuan Indonesia terkagum-kagum dengan laki-laki luar. Masalahnya kan sononya mau gak, nyambung gak, dan tahan dibanting-banting gak... hehehe... Beraninya cuman bilang "Sabina, I love you", toh ujung-ujungnya pacaran ma orang Indonesia juga, lovenya juga karena Sabina lagi populer dan biasanya gak akan lama, nanti ada gadis cantik yang jadi pujaan lagi, entah dari negara mana. Ini masalah trend.

Ada lagi yang komentar "mbok diperjuangkan ketemu anaknya". Kalo aku gak pengen ketemu anakku, aku gak bakal nulis di blog. Soalnya bapaknya anakku tuh ngancem mau nyiram mukaku pake air keras. Itu, ngaku spiritualis nulis soal sifat Nabi Muhammad SAW yang fathonah, shiddiq, amanah, tabligh... tapi ngancem pake kekerasan, ngambil duitku gak mau kembaliin, menyandera anakku, ngatain aku pelacur dan sudah mengkapling menyatakan tempatku di neraka kalo gak mau nurut sama dia. Menurutku sih dia bukan spiritualis, tapi ilmu yang dianutnya salah jalan, hanya saja keluarga besarnya melindungi mati-matian. Sama sahabat-sahabatku yang ngerti aku, aku cuman bilang "yang jahat akan mendapat azab dari Allah, dunia dan akherat, jadi tunggu aja deh".

Jadi umurku sekarang 5 tahun, dengan fisik 46 tahun... tapi aku sudah berusaha mengejar ketertinggalanku. Memang gak mudah sih, aku pengen jatuh cinta lagi. Biarpun diancam bakal masuk neraka ma Bapaknya anakku aku gak takut, aku gak respek dan sama sekali gak tertarik ma dia lagi. Aku jatuh cinta lagi sama seseorang dan beberapa bulan lagi bakal ketemuan.

Cinta itu bisa melanda siapa aja, gak cuman anak muda aja. Yang umur 46 tahun kayak aku juga berhak jatuh cinta lagi. Dan kalo dapat orang asing itu kebetulan saja, aku gak mentargetkan begitu, aku minta pada Allah yang terbaik. Yang jelas dia bukan bule dan muslim, keturunan Asia tapi hidup di negara yang bahasa utamanya bahasa Inggris.

Soal anakku, aku gak berani menemui orang yang terganggu jiwanya yang dilindungi keluarga besarnya. Jadi aku cuman bisa berdo'a saat ini. Aku yakin kebenaran akan terbuka dan yang jahat akan mendapat azab dari Allah dunia dan akherat, walaupun sebaiknya kita mendo'akan kebaikan untuknya karena malaikat mengamini do'a kita dan mendo'akan yang kita do'akan pada kita lagi...

No comments: