Saturday, July 26, 2014

Perbuatan positif akan menghasilkan hasil yang positif

Kalimat tentang bersikap positif banyak sekali didengungkan oleh motivator. Para motivator adalah orang-orang yang sukses mengontrol dirinya untuk bersikap positif walau dalam hal-hal sulit sekalipun da akhirnya mendapat hal yang positif. Setelah sukses untuk positif akhirnya mereka berusaha mengingatkan yang lain untuk selalu positif, kadang seminar untuk bisa berpikir positif pun mesti bayar.

Sebetulnya apa sih definisi sukses? Apa seorang Mario Teguh sudah bisa disebut sukses?Apakah Jokowi sukses, Prabowo sukses? Di tulisanku sebelumnya kan aku udah nulis bahwa amal ibadah tidak akan menjamin masuk surga. Amal ibadah mesti didukung keikhlasan dan akhlak yang baik. Kalo rajin ibadah dengan ikhlaspun, akhlaknya buruk, masih suka memfitnah (sekarang ini pertentangan antara kubu Jokowi dan Prabowo masih banyak saling membully dan menfitnah) maka ibadahnya percuma saja, karena pahala mengalir pada yang dibully dan difitnah.

Tidak ada jaminan, walau Mario Teguh, Jokowi dan Prabowo itu banyak harta, populer akan masuk surga atau tidak. Hanya bisa dilihat dari ciri-cirinya, meninggalnya mudah atau tidak. Apakah mereka melakukan perbuatan baik karena imbalan di dunia saja atau sudah taraf karena Allah, hanya Allah yang tau. Kalo aku sih, berusaha... ya berusaha berbuat baik karena Allah, bukan mendapat pujian di dunia. Lagian mau berharap dapat pujian dari siapa... gara-gara diporotin duitku sama seseorang yang mengaku spiritualis kerasa banget dalam kondisi gak punya duit gak ada siapapun yang ngehargai aku. Spiritualis sejati gak bakalan berani mengambil hak orang lain, tau itu uang panas dan akan membuat hidupnya tidak barokah. Bahkan taubat yang diterima oleh Allah adalah salah satu syaratnya mengembalikan yang bukan haknya kepada orang yang berhak.

Sukses di dunia gak menjamin seseorang sukses di akhirat loh, hanya Allah yang tau. Bukan manusia yang berhak mengkotak-kotak aku masuk surga, kamu dan cs kamu masuk neraka. Jadi sebisanya menghindari menuduh siapa yang berhak masuk surga atau neraka, termasuk orang yang bajunya amat sangat syar'i gak boleh nuduh hijabers masuk neraka.

Ada loh orang yang sudah menetapkan aku masuk ke neraka, sepertinya Allah sudah memberitahu dia bahwa tempatku di neraka. Tau gak alasannya... oh, dia itu pengen banget ketemu aku cuman aku nolak, langsung dia bilang, dengan alasan ini itu ini itu tempatku di neraka. Dia itu soalnya mendapat penolakan terus gak mau tak temuin membalas dendam dengan ngatain tempatku di neraka. Emang aku tambah respek digituin... tambah muak... Orang beriman itu akan mendo'akan kebaikan bagi orang yang menyakiti hatinya, bukan malah dido'akan dapat azab, ntar azab malah berbalik ke dia, karena malaikat mengamini do'a dan mengembalikan do'a pada yang mendo'akan.

Memang sulit untuk berbuat positif terus, godaan banyak banget. Kalau lagi galau, pengen bunuh diri, pengen narkoba, pengen dugem, atau hal negatif lainnya. Makanya dibutuhkan psikolog, psikiater untuk membantu orang yang mengalami kegalauan akut dan susah untuk bangkit.

Pokoknya dalam kondisi sesulit apapun mesti bangkit dan berusaha melakukan hal-hal positif. Memang tidak mudah, karena itu butuh orang yang tepat untuk mengingatkan untuk berbuat kebaikan dan positif, berkumpullah dengan orang-orang sholeh...

1 comment:

Anonymous said...

Selalu ada keseimbangan. Ada positif ada pula negatif. Jika kita di zona positif, jangan risaukan diri tentang zona negatif. Kecuali kita di perbatasan ya...ati-ati