Saturday, August 16, 2014

Islam itu mengajarkan kesejukan dan kedamaian bukan sebaliknya

Syawalan di kampungku kemarin, pembicaranya sangat menarik menurutku. Memadukan ayat suci Qur'an yang beliau baca dengan indah, topik yang mengena ditambah nyanyi lagu-lagu Islami. Beliau suka dipanggil bang Zul. Sebelum mengisi tauziah di balai kampung, kata beliau dari airport terbang dari Jakarta mengisi 4 episode acara di TV One. Kenapa pakai nyanyi, menurutku soalnya lagu itu mudah dihapalkan dan diresapi asal dipahami maknanya. Ada lagu Tombo Ati, Alhamdulillah, Jagalah Hati, dan beberapa lagi. 

Salah satu topik yang aku rasa pas untuk dibahas adalah tentang ISIS. Kata beliau,, seharusnya Islam mengajarkan kedamaian, ketenangan, bukan sibuk membahas masalah perbedaan. Misalnya kerudungku syar'i panjang terus aku gak mau bergaul dengan hijabers yang model tulban, merasa lebih syar'i. Kesombongan atau merasa lebih baik akan menghilangkan pahala, seharusnya bila menggunakan kerudung syar'i bisa memberikan tauladan tentang Islam yang sebenarnya itu apa dengan lebih banyak menunjukkan rasa syukur dan kesabaran.

Tentang istighfar juga. Kalau Rasulullah SAW istighfar sebelum melakukan perbuatan dosa, karena akhlak beliau terjaga, bahkan yang menyakiti Rasulullah SAW dibalas dengan kebaikan, sedangkan kita kalau sadar telah melakukan kesalahan baru istighfar, itu juga kesalahan kadang masih suka diulang lagi. Seorang pendakwah itu memang bisa saja tinggi ilmunya, tapi tidak semuanya bisa menyampaikan dengan menarik. Kalau hanya bicara tentang ilmu datar-datar saja tentunya bawaannya malah jadi ngantuk. Punya ilmu tinggi juga belum tentu mengamalkan dengan baik.

Aku kenal orang mengaku punya ilmu agama, tapi kenyataannya pelaksanaannya melenceng, melakukan maksiat tidak merasa bersalah misalnya, tega nyolong, menyakiti hati orang, korupsi dan lain sebagainya. Makanya perlu adanya intropeksi diri, dan itu memang tidak mudah. Membangun sesuatu dengan ketelatenan dan kesabaran itu lebih sulit daripada mendapat sesuatu dengan instan.

Btw, netbook ASUS punyaku mulai kadang ngadat. Setelah menggunakan Macintosh selama Merapi meletus di tahun 2010 lalu mati, aku beli netbook ASUS ini. Sepertinya sudah waktunya aku ganti lagi, setelah aku gunakan sering sampai semalaman, ketiduran gak dimatiin, baterai aku lepas (seharusnya gak boleh). Mending beli yang simpel aja, aku bukan gamer, progammer, atau suka mendesain gambar. Cuman buat nulis dan chatting. Kenalan dengan banyak orang, belajar Islam dan menulis yang aku pelajari di blog (itu banyak dikritik, difitnah, dikatain syiah segala). Menurutku ASUS memang bandel dan awet walaupun aku memperlakukan kurang hati-hati. Besok kalo beli lagi, beli ASUS yang speknya lebih baik dan lebih hati-hati memperlakukannya. Tinggal menunggu waktu lagi kayaknya laptop ini mati pet....

No comments: