Thursday, September 11, 2014

Mendapat keajaiban setelah sholat tahajud

Sekitar tahun 2009, aku bertemu dengan teman lama waktu SMP yang waktu dulu dia sering nelpon aku. Aku bilang, aku barusan balik ke Jogja lagi setelah lama tinggal di Bogor. Aku juga bilang aku bingung untuk menyesuaikan diri. Dia mengingatkan aku untuk sering sholat tahajud, dan setiap dini hari sms aku.

Ada terjadi keajaiban. Aku yang tadinya sempet bingung gak punya kerjaan, terus dapat kerjaan. Tiba-tiba diajakin teman untuk belajar Islam secara privat, dia ngasih saran siapa gurunya. Lalu waktu pertama kali kerja dan gak punya baju kerja, ada teman yang dapat promosi di kerjaannya memutuskan mensedekahkan sebagian uangnya atas rasa syukurnya.

Setelah itu adikku mengirimi aku buku Quantum Ikhlas, yang mengajarkan tentang visualisasi. Sebetulnya visualisasi bukan penemuan baru, beberapa blog berbahasa Inggris juga ada tulisan bagaimana caranya kita mewujudkan apa yang kita visualisasikan itu. Di buku Quantum Ikhlas petunjuk visualisasi adalah membayangkan dengan sangat jelas sampai serasa bisa mencium baunya. Kalo aku cerita soal visualisasi itu, respon memang macam-macam. Ada yang bilang itu kan sama saja dengan melamun. Ada juga yang aku kirimi e-mail artikel berbahasa Inggris katanya, gak ngerti aku maksudnyam cara mempraktekkan. Ada yang bilang sibuk gak ada waktu. Aku rasa visualisasi bukan melamun, ini berkaitan dengan subconscious atau alam bawah sadar. Kita berusaha menanamkan sesuatu di alam bawah sadar, tentunya sebaiknya yang positif saja termasuk rasa syukur dan husnodzon atau berprasangka baik pada Allah.

Awalnya aku dalam keadaan galau akut, aku memvisualisasikan berada di Ka'bah, duduk berdo'a pada Allah. Dan saat aku umroh tahun 2013, serasa deja vu. Sempet berdiri lama di antara pintu Hajar Aswad dan pintu Ka'bah (multazam, tempat dimana do'a untuk kebaikan akan dikabulkan Allah). Aku juga pengen banget ke Singapura dan Malaysia, pas abis ultah bulan Mei 2014 aku ke sana. Adalagi, pengen ke Jepang, kemarin dikabari kakakku kalo Januari tahun depan akan ke Jepang.

Setelah bekerja beberapa tahun di Jogja, sudah mulai bisa menyesuaikan diri, ada yang mengingatkan aku untuk sholat tahajud lagi. Aku sempet meninggalkan sholat tahajud, soalnya kalo malem suka ngetik, chatting atau nonton film di tv. Rasanya kali ini perlu penyesuaian lagi supaya bisa sholat tahajud. Jadinya aku bervisualisasi agar bisa sholat tahajud rutin, pasang alarm di hp jam 3 pagi. Dan beberapa minggu ini aku sudah mulai berusaha rajin sholat tahajud lagi setiap harinya.

Keajaiban lagi apa ya, belum ada yang heboh lagi sih. Yah paling aku merasa eureka waktu memutuskan untuk melakukan chiwalking dan chirunning setiap hari. Keluhan sakit punggung berkurang, postur tubuh lebih baik. Terus sempat alergi selama 2 minggu, dan eureka lagi soalnya sembuh dengan bekam basah. Padahal selama 2 minggu sempat minum banyak oplosan herbal, tidak tertarik blas dengan bekam. Sekarang mau mencoba menyembuhkan lipoma (tumor jinak) dengan bekam basah. Banyak penemuan-penemuan kecil yang membuatku lebih ngerti lagi soal herbal.

Ada satu lagi step yang aku ingin lakukan dalam hidupku, dan aku berdo'a Allah menunjukkan yang terbaik. Aku sempet banyak disakiti orang, dipinjam uangku tapi gak dibalikin, dulu sih keselnya minta ampun tapi sekarang mikirnya disyukurin aja deh, soalnya kalo gak ngebalikin nanti dari pahalanya dia dikasihin ke aku, atau dosaku yang diambil untuk menebus hutangnya. Jadi mending dido'akan dapat hidayah saja, kalo dia gak sadar juga ya biar nanti di akhirat akan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya.

Baca tulisan dari Yusuf Mansyur, boleh kok kalo sholat terus ngarepin sesuatu. Hanya saja mintanya yang terbaik dari Allah, dan mesti bisa mensyukuri hal-hal yang kita dapatkan...

4 comments:

Anonymous said...

Rasanya visualisasi "suami" perlu dilakukan, bukan demikian Bu?

Ratnawati Utami said...

Semua muslim pasti ingin punya pasangan sholeh/sholeha kan. Visualisasi iya, tapi hasilnya tetap diserahkan pada Allah. Apapun yang terjadi tetap husnuzon dan bersyukur

Jajang jatmika said...

tolong mba saya kurang mengerti cara visualisasi yg harus gmn, soal ny saya klo visualisasi pikiran saya suka kyak yg kena flash-bang, blur kemana aja, tolongdong kasih solusi ny..??

Ratnawati Utami said...

@Jajang, kalo dari buku Quantum Ikhlas, tubuh mesti benar-benar rileks dari ujung kepala sampai ujung kaki. Bayangkan film tapi nyata dan kita pemerannya. Di situ kita bisa memvisualisasi harapan kita. Visualisasi beda lho dengan melamun. Beberapa atlet hebat dilatih untuk memvisualisasi gerakan supaya tidak keliru supaya alam bawah sadar bisa merespon gerakan spontan