Monday, September 1, 2014

Mengobati bisul dengan lidah buaya

Aku dapat message dari seorang teman "duh mbak, aku bisulan sakit banget." Besoknya dia kirim pesan lagi "nyeri mbak udah keliatan matanya". Besoknya lagi bilang "pecah mbak, keluar nanahnya banyak banget". Dua hari kemudian dia kasih kabar "udah sembuh mbak, ini aku udah kerja di luar kota".

Bisul itu bisa besar banget dan berisi banyak nanah. Waktu masih belum besar, kadang sulit membedakan antara jerawat dan bisul. Tapi bisul bisa jadi besar banget. Kayak ada rongga dengan berisi banyak nanah, kalo jerawat isinya lemak.

Aku habis bekam, di dekat tempat yang dibekam muncul bisul kecil, di bagian bawah paha. Aku putuskan tempel dengan lidah buaya segar lalu direkatkan dengan plester, beberapa kali sekali diganti. Efeknya jadi gatel karena mengering. Tapi itu lebih baik daripada membesar kan lalu berisi banyak nanah.

Alhamdulillah semakin hari semakin mengering gak ada bekasnya, soalnya belum sempat membesar. Aku beli daun lidah buaya di Superindo, tapi juga menanam di pot. Lidah buaya itu gak butuh air banyak, kalo tanahnya sudah kering kasih air sedikit saja. Tanaman ini menurutku penting untuk ditanam karena bisa untuk pertolongan pertama untuk luka bakar.

Sekarang sih, aku selalu punya lidah buaya untuk dioleskan pagi hari sebelum jalan pagi dan jogging. Sebelum keramas juga dioleskan ke kulit kepala, beberapa jerawat di kulit kepala yang tadinya nyeri disentuh sembuh dalam waktu 3-4 hari, asal olesinnya rutin sehari beberapa kali...

2 comments:

Cilembu thea said...

ijin bookmark ya bu artikel bisul vs lidah buayanya, buat jaga-jaga siapa tau ada tetangga yang bisulan....kan nanti saya bakal dikenal sebagai pengobat bisul yang ampuh....lumayan bisa pasang tarif...suatu saat gituh....

Ratnawati Utami said...

Kalo mau bookmark boleh aja. Aku sendiri gak pasang tarif kok... soalnya perbuatan positif akan berbalik jadi positif lagi ke kita