Tuesday, March 10, 2015

Konsultasi rambut rontok dengan metode No Poo (keramas tanpa shampo produksi pabrik)

Ada e-mail yang menanyakan bagaimana caranya mengatasi rambut rontok dengan No Poo. No Poo adalah singkatan dari No Shampoo. Aku mencoba menjawab semampuku, soalnya penyebab dari kerontokan rambut bisa banyak. Aku mencoba menuliskan di sini hal yang aku ketahui.

Penganut No Poo ini ada komunitasnya loh, tapi biasanya peminatnya orang barat, masih jarang orang Indonesia mau membersihkan rambut tanpa shampo produksi pabrik.

Komunitas ini menghindari shampo produksi pabrik yang mengandung sulfat. Hampir semua shampo dan bahkan sabun, pasta gigi, menggunakan bahan Sodium Lauryl Sulfate atau Sodium Laureth Sulfate. Dua bahan kimia ini adalah bahan deterjen untuk membersihkan dan menghasilkan banyak busa.

Sulfat pada shampo memang membersihkan rambut dan kulit kepala, tapi saking bersihnya malah menghilangkan minyak alami di rambut dan kulit kepala. Ada yang kulit kepala sensitif sulfat menyebabkan ketombe, jerawat di kulit kepala, atau kerontokan parah.

Beberapa penganut No Poo membersihkan rambut dengan
- baking soda/apple cider vinegar
- lidah buaya yang diblender disaring
- madu
- lerak
- merang-
- kuning telur
dll

Ada metode Low Poo yaitu membersihkan rambut dengan shampo tanpa sulfat (misalnya shampo jamu atau Rainforest Bodyshop), CO (conditioner only atau menggunakan kondisioner untuk membersihkan rambut) atau dengan castile soap (sabun dari minyak zaitun/kelapa) yang diencerkan.

Aku punya teman yang rambutnya rontok parah, tapi karena umur beliau sudah di kepala 5, walau sudah kusarankan ganti shampo, tetap saja sudah males dan menerima saja kondisi rambut yang rontok parah seperti itu.

Sementara itu aku yang kepala 4, waktu rambutku rontok mencoba banyak hal yang bisa menghentikan masalah rambut rontok.

Setelah banyak baca artikel di internet, aku dapat beberapa kesimpulan penyebab rambut rontok.
1. Stress
2. Peredaran darah di sekitar leher dan kepala tidak lancar
3. Kekurangan zat besi
4. Sensitif terhadap sulfat di shampo

Ada sih beberapa penyebab lain, misalnya kurang gizi, setelah kemoterapi, perubahan hormon misalnya setelah melahirkan dan lain-lain.

Mengatasi rambut rontok tidak hanya cukup hanya dengan mengganti shampo. Kebiasaan makan juga mesti diubah. Selain makan banyak sayuran hijau, daging, ikan, kurma, beberapa suplemen yang disarankan
1. Minyak habbatussauda
2. Minyak zaitun
3, Minyak kelapa jenis virgin coconut oil (VCO)
4. Rebusan kacang hijau dididihkan selama 3 menit saja.

Ada kasus temanku yang suaminya rutin makan asinan zaitun hijau selama 2 bulan, ada rambut halus tumbuh di tempat yang tadinya botak.

Ada lagi yang rutin mengkonsumsi VCO dan mengoleskan di area yang botak, rambutnya tumbuh lagi, dioleskan tiap hari.

Ada juga percobaan mengoleskan lidah buaya segar setiap hari di tempat botak, ternyata ada rambut yang tumbuh lagi.

Masalah keramas adalah masalah kenyamanan orang. Kalau mau No Poo, biasanya kenyamanan menggunakan shampo pabrik yang wangi dan berbusa banyak ditinggalkan.

No Poo yang paling banyak dilakukan adalah baking soda dan apple cider vinegar. Kedua bahan ini bisa berhasil bagi sebagian orang, banyak yang kondisi rambut jadi memburuk. Tapi kapster di salon biasanya tidak menyarankan metode BS/ACV ini karena BS itu PHnya alkalin, jauh di atas kondisi rambut yang bersifat agak asam. Membersihkan rambut denga bahan alkalin seperti BS akan membuat kutikula rambut terbuka lalu ditutup lagi dengan ACV yang bersifat asam.

Selain BS/ACV, metoda lain adalah lidah buaya dan madu. Lidah buaya sangat bagus untuk rambut, tapi madu membuat rambut hitam jadi memerah, cocoknya untuk yang blonde.

Aku pernah membuat shampo dari lidah buaya yang aku blender lalu aku saring, sayangnya masih kurang membuat lembut masih agak kaku. Lalu aku mencoba resep lidah buaya ditambah santan, memang lembut tapi sayangnya lepek.

Tentunya setiap orang punya masalah berbeda dalam menangani rambut rontok. Dari cerita seorang teman, menggunakan tonic dan shampo bayi sudah cukup untuk mengatasi kerontokan. Atau ada lagi menggunakan shampo extra mild dan kondisioner mengandung VCO produksi Virgin Natural Cosmetics juga bisa menghentikan kerontokan rambut. Beberapa pakar di bidang rambut menyatakan sulfat tidak menyebabkan kerontokan bila kandungannya sedikit dan penggunanya tidak alergi terhadap sulfat.

Aku biasanya menyarankan untuk minum air rebusan kacang hijau dulu, soalnya tidak mudah menyarankan untuk minum minyak. Lalu mengoleskan minyak VCO dipijat di kulit kepala semalaman. Setelah itu dibersihkan dengan shampo extra mild mengandung VCO.

Bila memang punya waktu, membuat shampo sendiri dari lidah buaya yang diblender lalu disaring. Selain itu menyisir rambut dengan sisir dari tanduk kerbau yang ditetesi sedikit VCO.

Jadi setiap orang memang perlu menemukan metoda masing-masing yang cocok untuk mengatasi rambut rontoknya, apa No Poo (bahan alami), Low Poo (shampo tanpa sulfat) atau Full Poo tapi dengan shampoo extra mild. Shampo di pasaran, mungkin berhasil untuk sebagian orang. Tapi bagi yang kulitnya sensitif, umur menua, shampo yang banyak di pasaran sebaiknya dihindari...

No comments: