Ringkasan live Ismael Perez 11/6/2026 tentang teknik menuju ke Bumi Baru realitas dimensi kelima
Esensi Kerajaan Surga dan Kesadaran
Sudut Pandang Fisika Kuantum
Untuk menyelaraskan diri dan masuk ke dalam frekuensi Kerajaan Surga, terdapat empat tahapan kerja internal yang diperlukan:
https://www.youtube.com/watch?v=A9ZMgcgR1Kk
- Bukan Lokasi Fisik: Kerajaan Surga bukanlah tempat yang dituju setelah kematian, melainkan sebuah frekuensi getaran dan kondisi kesadaran yang bisa dicapai saat masih hidup di dalam tubuh fisik (0:36).
- Realitas 5D: Kondisi ini setara dengan realitas Bumi dimensi kelima (5D) atau Zaman Keemasan yang sebenarnya sudah ada di sini, namun tersembunyi dari persepsi biasa (0:28).
- Sifat Asli Manusia: Manusia tidak dilahirkan sebagai pendosa (0:50). Manusia lahir dengan kesadaran ilahi yang murni, namun kemudian mengalami korupsi mental akibat indoktrinasi dan pemrograman dari sistem dunia (1:07).
- Fungsi Kesadaran: Kesadaran manusia berfungsi layaknya penerima sinyal radio (13:50). Sifat-sifat seperti ketakutan dan perpecahan mengikat manusia pada realitas 3D bawah (14:31), sementara cinta, kebijaksanaan, dan persatuan menyelaraskan manusia dengan frekuensi surga (14:40).
- Kembali ke Kemurnian: Perintah untuk "menjadi seperti anak kecil" adalah undangan untuk memulihkan kondisi kesadaran sebelum terprogram oleh ketakutan dan penghakiman masyarakat (33:59).
- Perbedaan Childish vs Childlike: Menjadi childish (kekanak-kanakan) berarti tidak dewasa dan menolak tanggung jawab (42:33). Menjadi childlike berarti mempertahankan kemurnian hati, rasa kagum, dan keterbukaan tanpa menjadi naif, sambil tetap memiliki kebijaksanaan (42:48).
- Hidup di Masa Kini: Anak-anak hidup sepenuhnya pada momen saat ini (the now) (45:02). Dimensi ilahi hanya dapat dialami di masa kini karena masa lalu hanyalah ingatan dan masa depan hanyalah imajinasi (45:57)
- Superposisi Realitas: Berdasarkan fisika kuantum, beberapa dimensi dan lapisan realitas yang berbeda dapat menempati ruang yang sama secara bersamaan tanpa saling mengganggu (9:38).
- Penghalang Getaran: "Tabir" yang memisahkan manusia dengan dimensi yang lebih tinggi bukanlah batas fisik, melainkan penghalang persepsi akibat perbedaan frekuensi getaran (1:04:41)
Untuk menyelaraskan diri dan masuk ke dalam frekuensi Kerajaan Surga, terdapat empat tahapan kerja internal yang diperlukan:
- Penguasaan Pikiran: Belajar mengamati dan mengendalikan pola pikir karena setiap pikiran menghasilkan energi yang membentuk realitas pribadi (22:17).
- Pemurnian Hati: Melarutkan emosi negatif (kemarahan, kecemburuan) melalui pengampunan, kasih sayang, dan rasa syukur untuk menaikkan frekuensi kesadaran (23:11).
- Pelayanan kepada Sesama: Menghilangkan keegoisan dan menyelaraskan diri dengan prinsip persatuan (24:28).
- Hidup dalam Kebenaran: Hidup secara otentik, jujur, dan menjaga integritas dalam setiap tindakan untuk memperkuat hubungan dengan diri yang lebih tinggi (25:21)
1. Koeksistensi Multidimensi (Superposisi Kuantum)
Dalam fisika kuantum tradisional, sebuah partikel dapat berada di beberapa tempat atau keadaan sekaligus sampai partikel tersebut diamati (superposisi). Ismael Perez menerapkan hukum ini pada skala kosmis:
- Dimensi yang Bertumpuk: Dimensi ketiga (3D/fisik), dimensi keempat (4D/astral), dan dimensi kelima (5D/Kerajaan Surga) menempati ruang geografis yang persis sama saat ini juga.
- Analogi Spektrum Cahaya: Sama seperti gelombang radio, sinar inframerah, dan sinar ultraviolet yang memenuhi ruangan Anda sekarang tanpa saling bertabrakan, dimensi-dimensi ini saling menembus (interpenetrating) tanpa mengganggu satu sama lain.
"Tabir" pembatas yang memisahkan manusia dari dimensi yang lebih tinggi bukanlah dinding fisik, melainkan perbedaan laju osilasi (getaran) atom:
- Materi 3D: Memiliki struktur atom yang bergetar pada frekuensi yang lebih lambat dan padat, sehingga menciptakan ilusi benda tegar dan keterbatasan fisik.Materi 5D: Memiliki getaran atom yang sangat cepat, ringan, dan berbasis cahaya (crystalline/plasma).
- Efek Pengamatan: Karena mata fisik manusia diatur hanya untuk menangkap spektrum cahaya tampak yang sangat sempit, realitas 5D menjadi "tidak terlihat", padahal realitas tersebut ada di sekitar kita.
Otak dan kesadaran manusia berfungsi mirip dengan antena radio atau receiver kuantum:
- Menala Realitas: Anda tidak "pergi" ke surga, melainkan "menala" kesadaran Anda ke frekuensi surga.
- Hukum Resonansi: Jika kesadaran Anda didominasi oleh emosi 3D (ketakutan, keserakahan, kemarahan), antena biologis Anda terkunci pada realitas dunia yang rusak. Namun, ketika Anda memulihkan pikiran murni seperti anak kecil (childlike mind) dan getaran cinta, Anda menggeser fase getaran Anda untuk menangkap sinyal dari realitas 5D.
Di dalam mekanika kuantum, terdapat fenomena keterikatan kuantum (quantum entanglement) di mana dua partikel tetap terhubung secara instan tanpa memedulikan jarak. Perez mengaitkannya dengan kesadaran:
- Konsep The Now (Masa Kini): Pada frekuensi kuantum dimensi tinggi, ruang dan waktu yang linear tidak lagi mengikat.
- Akses Instan: Ketika seseorang berhasil masuk ke dalam kesadaran murni, mereka keluar dari ilusi waktu terfragmentasi (masa lalu/masa depan) dan mengakses matriks informasi kosmis secara langsung (non-lokal).
Dalam pandangan ini, transformasi spiritual adalah proses pergeseran fase kuantum internal. Manusia mengubah frekuensi energi biologisnya agar selaras dengan realitas Zaman Keemasan (5D) yang secara kuantum sudah eksis di ruang yang sama.
https://www.youtube.com/watch?v=A9ZMgcgR1Kk
Comments
Post a Comment