Thursday, November 3, 2011

Bisakah merubah takdir?

Bila kita bicara masalah takdir, berarti membicarakan tentang qadha' dan qadar yang merupakan rukun Iman ke-6. Para ulama mengatakan, qadha adalah ketentuan yang bersifat umum dan global sejak zaman azali, sedangkan qadar adalah bagian-bagian dan perincian-perincian dari ketentuan tersebut, atau qadar adalah kejadian yang mengikutinya. Maksud zaman azali adalah tertulis di kitab Lauh Mahfudz sejak 50 ribu tahun yang lalu, jadi qadha sudah ada terlebih dahulu baru qadar. Takdir yang merupakan qadha dan qadar adalah rahasia Allah, dan tidak ada manusia yang bisa menghindarinya bila sudah ditetapkan.

Allah berfirman
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (QS. Al An'am 59)

Allah berfirman
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Lukman : 34)

Dan tentang takdir, apakah kita bisa merubah takdir? Manusia tidak bisa merubah takdir. Bila Allah berkehendak maka takdir yang sudah ada bisa dipindahkan ke takdir lain, lebih baik atau lebih buruk tergantung semua amal perbuatan manusia. Untuk merubah dari suatu takdir ke takdir  yang lebih baik antara lain dengan do'a dan ikhtiar.

Allah berfirman
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS. Ar Ra'du : 11)

Allah berfirman
Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh).(QS. Ar Ra'du : 39)

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta'ala selain do'a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik." (HR Tirmidzi)

Tentang takdir ini semua adalah rahasia Allah, ada hal yang manusia tidak perlu mengetahuinya. Untuk selamat dunia dan akhirat, manusia perlu selalu belajar untuk memahami ajaran Islam menurut al Qur'an dan as Sunnah, memahami dan mengamalkan. Manusia beriman dan bertakwa adalah manusia yang selalu berprasangka baik untuk menjalani semua ketentuan Allah baik ditimpa kesedihan atau kesenangan, beranggapan semua adalah untuk kebaikan dirinya sendiri. Bersabar bila mendapat musibah dan bersyukur mendapat kesenangan, tetap selalu mendirikan shalat dan berbuat kebajikan apapun yang menimpanya dengan ikhlas lilahita'ala.

Semoga kita termasuk golongan manusia beriman dan bertakwa yang tetap selalu berprasangka baik dan menjalankan perintah Allah dengan ikhlas lilahita'ala apapun takdir yang kita jalani...

18 comments:

Elsa said...

kalo kata Desy ratnasari sih "Takdir memang kejam" hehehhee

tapi kita wajib berusaha kan Mbak... berikhtiar dan tawakkal. kalo sudah berusaha semampunya tapi takdir tetep tidak sejalan dengan yang kita mau, itulah saatnya kita harus pasrah...
siapa tau dengan pasrah, Allah melihat kesungguhan kita dan bersedia merubah takdir.
hehehee

Baby Dija said...

Assalamualaikum Tante Ami....
siap siap lebaran haji ya?

Muhammad A Vip said...

bagi orang yang beriman, apapun yang ada pada dirinya adalah yang terbaik yang diberikan tuhan.

Ami said...

@ Elsa, tepatnya kita hijrah agar berpindah dari takdir yang kita jalani ke takdir yang lebih baik

John Terro said...

kita takkan pernah bisa merubah takdir

Ami said...

@ Baby Dija yang lucu, imut ngegemesin, semoga besar jadi anak sholehah. Amin. Iya sedang persiapan lebaran Haji

Ami said...

@ M Avip, pokoknya selalu ber husnudzon, ikhtiar, doa, tawakkal atas semua kejadian yang menimpa kita apapun itu

Sikat Sikut said...

hmm, takdir bisa dibilang dinamik tergantung dari sisi manusia kalo gitu :D

kalo kematin pendapat pribadi saya lebih condong kearah kodrat :)
karena kodrat bisa dibilang mutlak :)

Ami said...

@ John, kalo kita mau merubah diri, taubat Nasuha, Insya Allah kita bisa mendapatkan takdir yang lebih baik. Takdir yang lama dihapuskan. Dan takdir akan berjalan seperti itu. Kita hanya berpindah saja, dengan hijrah

Ami said...

@ Sikat sikut, kematian itu takdir. sedang kodrat itu misalnya aku dikodratkan jadi perempuan. Kalo perempuan kodratnya pasangannya laki-laki, kalo psangannya perempuan juga berarti melawan kodrat

HALAMAN PUTIH said...

Kalau takdir itu berarti kenyataan setelah terjadi, maka tidak bisa dirubah. Namun kalau nasib masih bisa diubah dengan upaya manusia, karena Allah pun telah memberi kesempatan kepada manusia untuk mengubah nasibnya sendiri. Apapun hasil dari upayanya untuk mengubah nasib itu menjadi sebuah takdir bagi diri manusia itu.

Ami said...

@ Halaman Putih. Saya baru saja menemukan kesalahan di tulisan ini sudah saya perbaiki. Qadar adalah kejadiannya dari qadha. Jadi sebelum terjadi, kita bisa ikhtiar berdoa agar ada perbaikan nasib kita. tapi apapun yang terjadi, semua tetap disyukuri. Janganlah segala sesuatunya menggoyahkan keimanan kita pada Allah. Terima kasih atas komentarnya Pak...

abil.faisal said...

jika kalau takdir bsa brubah...nabi muhammad SAW lah yg pantes mndptkannya.. inget ga?? : pamannya Nabi Abu Lahab & Abu Jahal, Nabi sllu brdoa' & sllu mngingatkan Pamannya trsebut..(Nabi Kita Ma'sum loh..) tp tetep aj si Abu lahab & Abu Jahal mati Kafir..(Nabi Kurang Apa coba) tp kita dlarang Pasrah (beda dgn Tawakal) & Putus Asa & Allah Tidak Zalim kpd Umatnya.. -pd saat ini kita dwajibkan Uzlah (bukan Hijrah)

abil.faisal said...

husnudzon, ikhtiar, doa, tawakkal itu adalah Perintah Allah yg harus kita laksanakan oleh Jiwa & Raga..
bukan hal tersebut untuk merubah takdir... kalo lah takdir bisa drubah, itu artinya Allah itu lemah, sdangkan Mustahil Allah itu lemah & arti: takdir itu Ketetapan Allah yg sudah trsirat dlau'mahfuz & jika brubah Takdir seseorang itu dsebabkan oleh Kehendaknya Allah bukan karna husnudzon, ikhtiar, doa, tawakkal si hamba..
Ahlusunnah Wal jamaah => Ikhtiar hamba tak berbekas & Hukum Adat sah bersalah2an..ex: makan bisa kenyang, ga makan jg bs kenyang (orng2 yg ma'sum) dll.

Ratnawati Utami said...

Rasulullah saw sangat menyadari kelak semua perbuatannya akan menjadi contoh para mukmin. Beliau selalu mensyukuri segala yang didapat, ditawari harta menolak, semua dijalani sepenuh hati

Ratnawati Utami said...

Ide darimana nih merubah takdir itu berarti Allah lemah. Kecuali anda yang keras kepala ngotot orang menuruti maunya anda. Allah menerima taubat sungguh-sungguh, yang bertaubat diberi hidayah. Yang sedekah dimudahkan hidupnya.

Ratnawati Utami said...

Semua perubahan karena menuju kebaikan, akan diberi pahala besar. Allah berprasangka sesuai prasangka hambaNya. Saya gak pernah mikir mendalam, tugas manusia tawakkal dan bertakwa mengharap ridho Allah. Poin-poin yang anda sebutkan menyepelekan husnudzon, taubat, tawakkal, takwa, kalo anda punya cara sendiri untuk memperbaiki nasib silakan. Kasih tau pada saya caranya gimana... Ma kasih

Anonymous said...

Semua yang ada ditulisan diatas benar semua. Yg penting kita berusaha menjadi lebih baik(dlm hal ibadah dan duniawi), Krn interpretasi org pasti akan berbeda2 dlm hal yg dibahas sperti diatas :)